Selasa, 28 Januari 2020

Pengertian & Karakteristik Kecil Umur Dini




Ada sebagian pengertian atau definisi sehubungan dengan buah hati umur dini. Berikut ini akan kami sajikan sejumlah pengertian buah hati umur dini berdasarkan para spesialis dan karakteristiknya.


Pengertian buah hati umur dini yaitu buah hati yang berada pada bentang umur 0-6 tahun (Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003) dan sejumlah spesialis pengajaran buah hati memberikan batasan 0-8 tahun.

Kecil umur dini didefinisikan pula sebagai golongan buah hati yang berada dalam cara kerja pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus pantas dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur, 2005)


Pada masa hal yang demikian yakni masa emas (golden age), sebab buah hati mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup cepat dan tak tergantikan pada masa akan datang. Berdasarkan banyak penelitian bidang neurologi ditemukan bahwa 50% kecerdasan buah hati terwujud pada kurun waktu 4 tahun pertama. Sesudah umur 8 tahun, perkembangan otaknya menempuh 80% dan pada umur 18 tahun menempuh 100% (Suyanto, 2005).


Merujuk pada Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14, upaya pembinaan yang dimaksudkan bagi buah hati umur 0-6 tahun hal yang demikian dilaksanakan lewat Pengajaran Kecil Umur Dini (PAUD). Pengajaran buah hati umur dini bisa dijalankan lewat pengajaran formal, nonformal dan informal. Pengajaran buah hati umur dini jalanan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA) dan wujud lain yang sederajat.

Pengajaran buah hati umur dini jalanan nonformal berbentuk golongan bermain (KB), taman penitipan buah hati (TPA), walaupun PAUD pada jalanan pengajaran informal berbentuk pengajaran keluarga atau pengajaran yang diselenggarakan lingkungan seperti bina keluarga balita dan posyandu yang terintegrasi PAUD atau yang kita ketahui dengan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Temukan beragam kajian pustaka seputar PAUD dalam Figur PTK PAUD.

Berjenis-jenis pengajaran untuk buah hati umur dini jalanan non formal terbagi atas tiga golongan adalah golongan Taman Penitipan Kecil (TPA) umur 0-6 tahun); Klasifikasi Bermain (KB) umur 2-6 tahun; golongan SPS umur 0-6 tahun (Harun, 2009).

Dari uraian pengertian buah hati umur dini berdasarkan para spesialis di atas, bisa disimpulkan bahwa buah hati umur dini yaitu buah hati yang berada pada bentang umur 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang amat cepat, sehingga dibutuhkan rangsangan yang pas supaya bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Pemberian rangsangan hal yang demikian lewat lingkungan keluarga, PAUD jalanan non formal seperti daerah penitipan buah hati (TPA) atau golongan bermain (KB) dan PAUD jalanan formal seperti TK dan RA.

Karakteristik Kecil Umur Dini

Kartini Kartono dalam Saring Marsudi (2006: 6) mendiskripsikan karakteristik buah hati umur dini sebagai berikut :

1) Bersifat egoisantris naif

Kecil mengamati dunia luar dari pandangannya sendiri, pantas dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri, dikuasai oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit. Karenanya buah hati belum kapabel memahami arti sebetulnya dari suatu momen dan belum kapabel menempatkan diri ke dalam kehidupan orang lain.

2) Hubungan sosial yang primitif

Hubungan sosial yang primitif yakni imbas dari sifat egoisantris naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan buah hati yang belum bisa memisahkan antara dirinya dengan kondisi lingkungan sosialnya. Kecil pada masa ini cuma mempunyai atensi kepada benda-benda atau momen yang pantas dengan kekuatan fantasinya. Kecil mulai membangun dunianya dengan daya pikir dan kemauannya sendiri.

3) Kesatuan fisik dan rohani yang hampir tak terpisahkan

Kecil belum bisa membedakan antara dunia jasmani dan batiniah. Isi jasmani dan batiniah masih yakni kesatuan yang utuh. Penghayatan buah hati kepada sesuatu dikeluarkan atau diekspresikan secara bebas, spontan dan jujur bagus dalam mimik, tingkah laku ataupun pura-pura, buah hati mengekspresikannya secara terbuka sebab itu janganlah mengajarkan atau membiasakan buah hati untuk tak jujur.

4) Sikap hidup yang disiognomis

Kecil bersikap fisiognomis kepada dunianya, artinya secara segera buah hati memberikan atribut atau sifat jasmani atau sifat konkrit, kongkrit kepada apa yang dihayatinya. Situasi ini disebabkan sebab pemahaman buah hati kepada apa yang dihadapinya masih bersifat menyatu (mutlak) antara fisik dan rohani. Kecil belum bisa membedakan antara benda hidup dan benda mati. Seluruh sesuatu yang ada disekitarnya dianggap mempunyai jiwa yang yakni makhluk hidup yang mempunyai fisik dan rohani sekalian, seperti dirinya sendiri.

Pengertian buah hati umur dini berdasarkan para spesialis dan karakteristiknya. Memahami kedua aspek hal yang demikian akan mempermudah kita dalam mempertimbangkan figur atau taktik pelajaran pantas dengan tingkat umurnya.Baca juga model makalah pengajaran buah hati umur dini.


Senin, 27 Januari 2020

Bagaimana Metode Memahami Bobot Kurikulum PAUD 2013?


 


Pengertian Struktur Kurikulum 2013 Pengajaran Hati Umur Dini yakni pengorganisasian beban kurikulum, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan lama belajar.

Bobot kurikulum berisi program-program pengembangan, yang terdiri atas: (1) program pengembangan poin agama dan tata krama, (2) program pengembangan jasmaniah motorik, (3) program pengembangan kognitif, (4) program pengembangan bahasa, (5) program pengembangan sosial-emosionil, dan (6) program pengembangan seni.

Program pengembangan dimaksud adalahperwujudan suasana belajar untuk berkembangnya perilaku, kematangan berdaya upaya, kinestetis, bahasa, sosial emosionil, dan bahasa melewati aktivitas bermain. Suasana belajar diistilahkan seluruh sesuatu yang bisa menunjang ketertarikan buah hati untuk belajar.

Hati bisa belajar dengan bagus jika:
Orang-orang yang ada disekitarnya menyenangkan. yang ramah, memperlakukan seluruh buah hati secara adil sahabat bermain yang saling mendapatkan, serta komunikasi yang hangat, terbuka, santun, dan terjadi dalam dua arah.
Lingkungannya menyenangkan. Tersedia alat main memadai, bersih, tersusun dengan ideal pantas dengan pertumbuhan jasmaniah buah hati, dan bisa dipakai olehk pantas dengan pikirannya. Luas daerah di dalam dan di luar cukup untuk buah hati bisa mengerjakan kegiatann nyaman ialah pijakan lingkungan yang betul-betul menyokong kebebasan buah hati berkreasi.
Progres pelajaran yang menyokong kebebasan berdaya upaya, tanpa tekanan, sedikit perintah dan pengendalian dari. Guru memberi respon yang ideal dikala buah hati bertanya, memberikan penguatan di dikala buah hati menemukan / sukses mengerjakan sesuatu, memberikan bantuan dikala buah hati membutuhkan.
beban kurikulum 2013 paud beban kurikulum 2013 tk kb tpa beban kurikulum 2013 untuk PUAUD beban kurikulum 2013 untuk tk kb tpa beban kurikulum 2013 pdf beban kurikulum 2013 dinas pengajaran beban kurikulum 2013 tingkat buah hati umur dini beban kurikulum 2013 buah hati umur dini beban kurikulum 2013 paud beban kurikulum 2013 untuk tk struktur beban kurikulum 2013 paud beban lokal kurikulum 2013 paud struktur beban kurikulum 2013 paud beban jam kurikulum 2013 paud beban pelajaran kurikulum 2013 beban lokal kurikulum 2013 paud beban lokal dalam kurikulum 2013 beban lokal pada kurikulum 2013 paud beban mata pembelajaran kurikulum 2013 struktur dan beban kurikulum 2013 paud
Berkaitan dengan pemaparan hal yang demikian di atas kami sampaikan pokok-pokok sebagai berikut:

Program pengembangan poin agama berarti ada guru yang menjadi model bagi pengembangan perilaku yang bersumber dari poin agama dan tata krama. Didorong dengan lingkungan belajar yang mencerminkan pengaplikasian poin agama dan tata krama serta poin-poin lain yang berkembang dalam masyarakat. Dikerjakan dalam cara kerja belajar yang menyenangkan.
Program pengembangan jasmaniah-motorik berarti ada guru yang paham keperluan dan memberikan peluang serta dukungan terhadap buah hati untuk bergerak, berlatih motorik kasar dan halus, serta membiasakan mengaplikasikan hidup sehat. Tersedia daerah alat dan waktu yang bisa dipakai buah hati untuk berlatih tenaga, kesanggupan, kelenturan, koordinasi tubuhnya untuk menempuh kematangan kinestetis dan pembiasaan hidup sehat. Dikerjakan dalam cara kerja belajar yang menyenangkan.
Program pengembangan kognitif berarti ada guru yang paham konsep pengetahuan mendasar yang bisa dipelajari buah hati, memahami sistem buah hati belajar, menyokong buah hati untuk mencari tahu, dan mengerjakan/mencoba untuk mencari jawaban dari keingintahuannya. Memaksimalkan tiap ruang, alat, bahan dan kejadian yang ada di lingkungan untuk menunjang kematangan cara kerja berdaya upaya buah hati.Dikerjakan dalam cara kerja belajar saintifik yang menunjang buah hati menjadi kritis, analitis, evaluasi dalam tiap perbuatan utuk mewujudkan sistem memecahkan permasalahannya atau berkreasi.
Program pengembangan bahasa berarti ada guru yang merajai teknik berkomunikasi yang ideal untuk menolong menempuh kematangan bahasa ekspresif dan reseptif. Tersedia daerah sumber, alat dan waktu yang bisa dipakai buah hati untuk berlatih berbahasa dan mengetahui keaksaraan permulaan. Dikerjakan dalam cara kerja belajar yang menyenangkan.
Program pengembangan sosial-emosionil berarti ada guru yang memahami jenjang perkembangansosial emosionil buah hati, endukung berkembangnya kesadaran mengetahui erasaan diri, perasaan orang lain, menjadi figur erperilaku prososial bagianak. Terciptanya lingkungan belajar yang membikin buah hati bisa tumbuh kematangan sosial emosionil melewati cara kerja belajar yang menyenangkan dengan dukungan pengajar yang memahami pengelolaan belajar dan pengelolaan onflik emosionil buah hati.
Program pengembangan seni berarti ada guru yang memahami pengembangan seni bagi buah hati, memberi peluang, menyediakan daerah, waktu dan alat yang bisa dipakai buah hati untuk berekplorasi, berekspresi dan mengapresiasi hasil karya dirinya dan orang lain bagus dalam wujud gerakan, musik, drama, dan berjenis-jenis bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan dalam suasana yang menyenangkan.

Kamis, 31 Oktober 2019

5 UNIVERSITAS & JURUSAN TERBAIK DI SINGAPURA



Singapura mungkin bukan negara pertama yang timbul di benak kau saat kau berdaya upaya perihal belajar di luar negeri. Tetapi tahu kah kau? Singapura yaitu tujuan yang semestinya dipertimbangkan sebab negara ini memimpin negara-negara Asia di sektor pengajaran. Singapura sudah timbul sebagai salah satu tujuan populer di kalangan kelompok sosial siswa internasional.
Bila kau berencana untuk melanjutkan studi di Singapura, langkah pertama merupakan mengenal universitas terbaik & apakah program yang berharap kau kejar termasuk program studi yang terbaik di negara ini sehingga kau menerima pengajaran yang berkwalitas dan ditempatkan dengan bagus dalam dunia kerja nanti. Berikut sudah kami rangkum universitas-universitas serta jurusan terbaik di Singapura.

Universitas - Universitas Terbaik

National University of Singapore
Nanyang Technological University
Singapore Management University
Singapore University of Technology and Design
Singapore University of Social Sciences

Jurusan - jurusan Terbaik di Singapura

Manajemen

Salah satu program utama yang terbaik di Singapura merupakan manajemen. Negara ini sebagai tujuan studi manajemen, didukung oleh hiper-konektivitasnya dan oleh kenyataan bahwa segala perusahaan besar dunia sudah mewujudkan basis mereka di Singapura. Negara ini juga menjadi daerah populer untuk bisnis dengan perusahaan multinasional seperti Unilever, DHL, IBM atau General Motors yang mempunyai kantor sentra regional di Singapura selama sebagian dekade.

Perbankan dan keuangan

Menjadi sentra keuangan untuk kesibukan bisnis di Asia, Singapura sudah menyaksikan lonjakan dalam kursus berkaitan Perbankan dan Keuangan dalam sebagian tahun terakhir. Tentu saja, salah satu alasan di balik dorongan itu merupakan tersedianya kesempatan kerja di bidang ini. Profesi berkaitan perbankan dan keuangan termasuk dalam 10 profesi teratas di Singapura berdasarkan statistik Kementerian Daya Kerja yang dirilis di Singapura tiap-tiap tahun. Kursus perbankan ditawarkan di beberapa besar institusi di Singapura bagus di tingkat sarjana ataupun magister termasuk Politeknik. Siswa diberi tahu dengan topik-topik seperti Peraturan Perbankan, perdagangan internasional, akuntansi keuangan, dan sebagainya.

Teknik

Menjadi sentra teknologi, Singapura sudah membikin nama dalam kursus teknik. Dua dari universitas tenar di Singapura adalah National University of Singapore dan National Technology University, termasuk di antara 50 universitas teratas di dunia. Kecuali manajemen, perguruan tinggi teknik mencatat jumlah siswa internasional merupakan yang tertinggi di Singapura. Gelar sarjana dalam bidang teknik memerlukan waktu empat tahun untuk menuntaskannya di Singapura, di mana siswa bisa mengambil Magister lewat kursus atau penelitian di cabang teknik khusus mereka.

Ilmu komputer dan IT

Gelar dalam Ilmu Komputer mempersiapkan siswa dengan atensi khusus dalam teknologi isu dan komputer. Penelitian ilmu komputer berkaitan dengan bidang-bidang seperti Kecerdasan produksi, Cara dan Jaringan, Biologi Komputasi, Manajemen Basis Data dan sebagainya. Kursus ini tak cuma populer di segala dunia tapi juga sudah memberikan pengaruh khusus pada metode pengajaran di Singapura. Tiap tahun, ribuan siswa berduyun-duyun ke Singapura untuk mengejar Ilmu Komputer dan IT. Salah satu alasannya merupakan sebab tiga dari institut di negara hal yang demikian masuk ke dalam daftar perguruan tinggi terbaik untuk Ilmu Komputer. Mereka merupakan, Universitas Nasional Singapura dan Universitas Teknologi Nasional dan Universitas Manajemen Singapura.

Peraturan

Salah satu hal terbaik perihal mengambil program studi undang-undang di Singapura merupakan bahwa hal itu serasi dengan figur undang-undang kebanyakan negara. Dengan demikian, gelar hal yang demikian diakui di negara-negara seperti Malaysia, Inggris, AS, Australia, Kanada, dan lainnya. Tak cuma itu, pengajaran undang-undang di Singapura diperhatikan sebagai salah satu yang terbaik di Asia. Fakultas Peraturan NUS secara luas dianggap sebagai sekolah undang-undang terbaik di Asia.


Selasa, 17 September 2019

Sejarah Kerajaan Sriwijaya



1024 M – Chola mengawali invasi militer kepada Sriwijaya, dipimpin seketika oleh Rajendra Chola. Sebelum menuju Sriwijaya, armada Chola lebih-lebih dulu menduduki kepulauan Andaman dan Nikobar. Kemudian, sebab selat Malaka dijaga ketat, mereka menyerbu via jalanan laut di komponen barat Sumatra dan selat Sunda yang sepi pengamanan. Dengan kencang, mereka menumbangkan Barus, pesisir Minangkabau dan Sunda, Lampung, Bengkulu, serta Komering. Kala itu, beberapa besar pasukan Sriwijaya tengah dipusatkan di Tambralingga untuk menghadapi serbuan pasukan Khmer.

1025 M – Satu persatu kota di Sriwijaya diduduki dan dibumihanguskan oleh armada Chola. Berturut-ikut serta Palembang, Bangka, Jambi, Gelanggi, Panai, Muar, Gangga Negara, sampai sentra pemerintahan Sriwijaya di Kedah takluk. Maharaja Sangrama Wijayatungga (bersama dengan saudarinya) yang tengah berada di Kedah dicokok dan dibawa ke Chola sebagai tawanan perang. Sang Maharaja kemudian dibebaskan kembali sesudah mengaku takluk pada Rajendra Chola, sementara saudarinya diambil sebagai istri oleh Rajendra Chola. Kerajaan Sriwijaya malahan menjadi bawahan Chola. Sementara Tambralingga dianeksasi oleh Khmer. Kahuripan mulai melancarkan ekspansi ke semua Bumi Jawa untuk menghapus hegemoni Sriwijaya di sana. Sebagian ningrat Sriwijaya diberitakan hijrah ke Kalimantan dan Filipina dampak invasi Chola, dimana mereka menjadi penguasa dari sebagian koloni Sriwijaya di sana. Salah satunya yakni kedatuan Madyaas, yang kemudian lepas menjadi negara merdeka. Biksu Atisha pulang kembali ke Benggala, sesudah menuntaskan pengajaran Buddha-nya dari Guru Besar Dharmakirti. Dia sendiri kemudian menjadi seorang Guru Besar yang bersemangat menyebarkan Buddha Dharma di jazirah Bharata (India) dan Tibet.

1028 M – Rajendra Chola menunjuk Sri Dewa sebagai raja baru Sriwijaya dibawah dinasti Chola, menggantikan Sangrama Wijayatungga. Sebelumnya, armada Chola lebih-lebih dulu menumbangkan Lamuri dan Langkasuka, dua negeri bawahan Sriwijaya terakhir di Tanah Melayu yang belum patuh pada Chola. Koloni-koloni Sriwijaya di Kalimantan dan Filipina kemungkinan besar melepaskan diri menjadi negara-negara merdeka.

1029 M – Chola menumbangkan negeri Batak Tua di pedalaman Toba. Sama halnya dengan Maharaja Sriwijaya, penguasa Batak juga dicokok dan menjadi tawanan perang.

1030 M – Prasasti Tanjore. Bangsa Chola menuliskan catatan kemenangan mereka dalam menaklukkan Sriwijaya dan merajai selat Malaka. Al-Biruni dari Persia mengunjungi Sriwijaya. Kerajaan Sunda memerdekakan diri dari Sriwijaya.

1035 M – Kalingga, koloni terakhir Sriwijaya di Jawa Tengah dianeksasi oleh Kahuripan.

1044 M – Samara Wijayatunggawarman, adik dari Sangrama Wijayatungga yang sukses meloloskan diri dikala invasi Chola, mengkudeta Sri Dewa dan menobatkan dirinya sebagai Maharaja Sriwijaya. Dia memimpin pemberontakan melawan kekuasaan Chola. Kala itu, Rajendra Chola diberitakan tengah mengunjungi Kedah untuk memantau keadaan ibukota Sriwijaya hal yang demikian. Konon, Rajendra Chola berjumpa dengan seorang putri Brahmana bernama Sundari, yang membuatnya kasmaran. Dia malahan mengirim prajuritnya untuk menculik sang putri. Sang prajurit sukses menjalankan tugasnya sesudah membunuh Brahmana Rajasundara, ayah Sundari yang berupaya melindungi putrinya hal yang demikian. Mendengar isu itu, Maharaja Samara Wijayatungga mengutus Senapati Purandara untuk membunuh Maharaja Chola hal yang demikian, dan sukses. Mereka kemudian mengawali serangan kepada tiap-tiap kota di Sriwijaya yang masih diduduki oleh pasukan Chola.

1045 M – Sriwijaya sepenuhnya merdeka dari Chola, sesudah peperangan besar antara armada Sriwijaya pimpinan Purandara melawan sisa-sisa pasukan Chola. Sriwijaya kemungkinan besar juga merebut kembali kota Chaiya dari kekuasaan Khmer. Maharaja Samara Wijayatungga kemudian memimpin ekspedisi ke Srilanka untuk menolong pembebasan negeri itu dari hegemoni Chola.

1048 M – Armada Sriwijaya sukses merajai semua Srilanka. Maharaja Samara Wijayatungga lalu mendirikan pemerintahan seketika disana selama 5 tahun.

1053 M – Maharaja Samara Wijayatungga meninggalkan Srilanka, sesudah melantik Pangeran Kasyapa sebagai Raja Anuradhapura dengan gelar Mahendra VI. Dia kemudian pergi ke kerajaan Pandya (yang kala itu juga berada di bawah pembatasan Chola) di daratan India Selatan, mengusir pasukan Chola di sana, dan mengangkat seorang ningrat setempat, Sundara Pandya sebagai Raja Pandya. Kedua negeri ini malahan berada di bawah naungan Sriwijaya sampai sebagian dekade ke depan.

1060 M – Prasasti Madirigiri. Inskripsi berisi kebanggaan dari Raja Mahendra VI terhadap Maharaja Samara Wijayatungga yang sudah menolong membebaskan negerinya dari penjajahan Chola.

1064 M – Aji Dharmawira (Suryanarayana/Sri Tribhuana Mauli?) diangkat menjadi raja bawahan Sriwijaya di kerajaan Malayu (Dharmasraya/Malayapura, Jambi-Minangkabau).

1067 M – Pangeran Kulotungga (Diwakara), ningrat berdarah Tamil-Melayu (keturunan Rajendra Chola dengan putri Sriwijaya yang dinikahinya di tahun 1025) mengabdi pada Maharaja Samara Wijayatungga kemudian dikirim sebagai duta besar ke Cina.

1068 M – Pemberontakan Kedah. Seorang pangeran Srilanka yang diberi pengaruh oleh Chola menundukkan Kedah dan mengangkat dirinya sebagai penguasa. Dikala itu, para pembesar Sriwijaya termasuk sang Maharaja sedang tak berada di ibukota. Sriwijaya mengirim Kulotungga untuk merebut kota itu kembali, dimana dia sukses membunuh sang pangeran Srilanka dan mengusir armada Chola, yang konon dipimpin seketika oleh penguasanya kala itu, Maharaja Wirarajendra.

1070 M – Perselisihan perebutan tahta di Chola. Maharaja Wirarajendra wafat, meninggalkan kekosongan pemerintahan di kerajaan Chola. Dua orang pangeran, ialah Athirajendra dan Kulotungga (yang sudah kembali dari Sriwijaya) berkonflik. Athirajendra timbul sebagai jawara dan naik tahta sebagai Maharaja Chola. Kulotungga yang betul-betul bercita-cita menjadi raja malahan menyerang ibukota Chola berkali-kali, tapi senantiasa gagal. Dia kemudian mundur ke Srilanka, menemui Mahendra VI yang mengusulkannya untuk minta bantuan pada Sriwijaya. Kulotungga malahan kembali ke Sriwijaya, memohon bantuan dari Maharaja Samara Wijayatungga. Sang Maharaja sependapat, dan mengirimkan sejumlah pasukan pimpinan putra mahkota Sriwijaya, Pangeran Manabharana. Mereka mendirikan markas di Srilanka dan Pandya. Bersama dengan pasukan dari kedua negeri itu, armada Sriwijaya menggempur ibukota Chola dan sukses menaklukkannya. Selama sebagian waktu, kota ini malahan diduduki oleh Sriwijaya, sampai diangkatnya Kulotungga sebagai Maharaja Chola yang baru. Manabharana dan pasukannya malahan memastikan untuk kembali ke Kedah, melepaskan imbas Sriwijaya di daratan India.

1071 M – Pangeran Wijayabahu dinobatkan sebagai penguasa Srilanka, mendirikan kerajaan Polonnaruwa sesudah memindahkan ibukotanya ke daerah yang bernama sama. Dia kemungkinan melepaskan negeri itu dari hegemoni Sriwijaya.

1080 M – Maharaja Samara Wijayatungga wafat. Manabharana naik tahta sebagai Maharaja Sriwijaya menggantikannya.

1088 M – Perpecahan Sriwijaya. Penguasa Malayu, Dharmawira memerdekakan diri dari pemerintahan sentra Sriwijaya, yang kala itu diandalkan berada di Chaiya. Dharmawira merajai Sumatra dan kepulauan Riau, sementara Manabharana merajai Semenanjung Malaya dan Tanah Genting Kra. Kelak, kedua negara ini lebih diketahui dengan nama Dharmasraya (Malayapura) dan Tambralingga. Sesudah ini, keduanya hidup berdampingan sampai sebagian dekade kemudian. Riwayat kemaharajaan Sriwijaya yang bersatu malahan sah usai.


Kerajaan Sriwijaya



Sejarah berdirinya Nusantara tentu tak lepas dari pengorbanan para pahlawan. Kecuali pengorbanan para pahlawan, tentunya kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia juga mempunyai dampak besar kepada sejarah Indonesia. Salah satu kerajaan besar yang ada di Indonesia merupakan kerajaan Sriwijaya.





Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Melayu yang berada di pulau Sumatera serta mempunyai dampak besar kepada Nusantara. Nama kerajaan ini berasal dari Bahasa Sansekerta, sri artinya bersinar dan wijaya yang mempunyai arti kemenangan. Sehingga arti nama kerajaan ini berarti kemenangan yang bersinar.

Tempat kekuasaan Kerajaan Sriwijaya yang mencakup Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, pun sampai Pulau Jawa ini membikin nama Kerajaan Sriwijaya diketahui di segala Nusantara. Tak cuma dari Nusantara saja, akan tapi juga kerajaan ini diketahui sampai ke mancanegara.

Hal ini diterangkan dengan adanya pelbagai sumber yang menceritakan adanya kerajaan di Sumatera ini. Ada berita yang mengatakan bahwa para pedagang dari Arab dan Cina pernah berdagang di Sriwijaya. Meskipun berdasarkan isu dari India, kerajaan di India pernah berprofesi sama dengan kerajaan Sriwijaya.

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya


Sebuah kerajaan yang besar tentunya mempunyai sejarah jaya dan ambruknya yang tentu akan senantiasa diingat oleh masyarakat Indonesia. Sejarah masa kejayaan kerajaan Sriwijaya diawali sekitar abad ke 9 sampai abad ke 10 di mana ketika itu kerajaan ini sukses merajai trek perdagangan maritim Asia Tenggara.

Tak cuma perdagangan maritim saja, akan tapi juga pelbagai kerajaan di Asia Tenggara sukses diatur oleh Sriwijaya. Kerajaan di Thailand, Kamboja, Filipina, Vietnam, sampai Sumatera dan Jawa sukses diatur Sriwijaya.

  Kerajaan Samudra Pasai
Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya menjadi pengendali rute perdagangan lokal yang mana waktu itu segala kapal yang via akan dikenakan bea cukai. Mereka juga sukses mengumpulkan kekayaan mereka dari gudang perdagangan serta via jasa pelabuhan.

Sayangnya, masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya mesti usai sekitar tahun 1007 dan 1023 Masehi. Berawal saat Raja Rajendra Chola, seorang penguasa Kerajaan Cholamandala sukses menyerang Sriwijaya dan sukses merebut bandar-bandar kota Sriwijaya.

Terjadinya penyerangan ini sebab kedua kerajaan ini saling berkompetisi pada bidang pelayaran serta perdagangan. Kerajaan Cholamandala bukan berniat untuk menjajah, akan tapi berkeinginan meruntuhkan armada kerajaan. Sehingga membikin keadaan ekonomi pada ketika itu melemah serta berkurangnya pedagang.



Tak cuma itu, energi militer kerajaan juga melemah dan membikin prajurit Sriwijaya melepaskan diri dari kerajaan. Sampai, masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya usai sekitar abad ke-13.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya
Sebagai kerajaan yang pernah jaya di Nusantara, tentunya peninggalan kerajaan Sriwijaya tersebar di segala tempat kekuasaan mereka. Salah satu ragam peninggalan kerajaan Sriwijaya yang masih ada sampai ketika ini merupakan berupa prasasti. Berikut ini adalah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya.

1. Prasasti Kota Kapur
Prasasti Kota Kapur adalah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang berada di komponen Barat Pulau Bangka. Bahasa yang ditulis pada prasasti ini memakai bahasa Melayu Kuno serta memakai aksara Pallawa. Prasasti ini ditemukan sekitar tahun 1892 bulan Desember.

Orang yang sukses menemukan prasasti ini merupakan J.K. van der Meulen. Prasasti ini berisi perihal kutukan bagi siapa saja yang menyanggah instruksi serta kekuasaan kerajaan akan terkena kutukan.



2. Prasasti Kedukan Bukit
Seseorang bernama Batenburg menemukan sebuah batu tulis yang berada di Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir pada 29 November 1920 Masehi. Ukuran dari prasasti ini merupakan sekitar 45 x 80 centimeter serta ditulis memakai aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno.

  Kerajaan Mataram Islam
Prasasti ini berisi perihal seorang utusan kerajaan yang bernama Dapunta Hyang yang melaksanakan perjalanan suci atau sidhayarta dengan memakai perahu. Dengan diiringi 2000 pasukan, perjalanannya membuahkan hasil. Dikala ini, prasasti Kedukan Bukit disimpan di Museum Nasional Indonesia.

3. Prasasti Telaga Batu
Prasasti ini ditemukan di sekitar kolam Telaga Biru, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Isi dari prasasti ini merupakan mengenai kutukan bagi mereka yang bertindak jahat di Sriwijaya. Eksistensi prasasti ini sama seperti prasasti Kedukan Bukit, adalah disimpan di Museum Nasional Indonesia.

4. Prasasti Talang Tuwo
Residen Palembang, adalah Louis Constant Westenenk menemukan prasasti pada 17 November 1920. Prasasti ini ditemukan di kaki Bukit Seguntang di sekitar tepian utara Sungai Musi. Isi dari prasasti ini berisi doa-doa dedikasi dan menampakkan berkembangnya agama Buddha di Sriwijaya.

Aliran yang diaplikasikan di Sriwijaya merupakan aliran Mahayana yang diterangkan dengan kata-kata dari Buddha Mahayana seperti bodhicitta, vajrasarira, dan lain-lain.

5. Prasasti Ligor
Prasasti yang ditemukan di Thailand Selatan ini mempunyai dua sisi, adalah sisi A dan sisi B. Pada sisi A membeberkan perihal gagahnya raja Sriwijaya. Dalam prasasti hal yang demikian ditulis bahwa raja Sriwijaya adalah raja dari seluruh raja dunia yang telah mendirikan Trisamaya Caiya bagi Kajara.

Meskipun untuk sisi B atau yang disebut prasasti ligor B berisi mengenai pemberian gelar Visnu Sesawarimadawimathana. Gelar hal yang demikian diberi terhadap Sri Maharaja yang mana berasal dari keluarga Sailendravamasa.

6. Prasasti Palas Pasemah
Prasasti Palas Pasemah adalah prasasti yang sukses ditemukan di desa Palas Pasemah, Lampung Selatan. Bahasa yang diaplikasikan pada prasasti ini memakai bahasa Melayu Kuno dengan aksara Pallawa serta tertata atas 13 baris kalimat.

Isi dari prasasti ini berisi perihal kutukan kepada orang yang tak patuh pada kekuasaan Sriwijaya. Diperkirakan, prasasti ini berasal dari abad ke-7 Masehi. Konon, prasasti ini ditemukan di sebuah pinggiran rawa desa.

7. Prasasti Karang Daya
Kontrolir L.M. Berkhout menemukan prasasti Karang Daya pada tahun 1904 di sekitar tepian Batang Merangin, Jambi. Isi dari prasasti Karang Daya juga kurang lebih hampir sama dengan prasasti di nilai sebelumnya, adalah mengenai kutukan bagi mereka yang tak patuh kepada Sriwijaya.

Artikel ini adalah persembahan dari Sewa Kipas Jogja