Selasa, 28 Januari 2020

Pengertian & Karakteristik Kecil Umur Dini




Ada sebagian pengertian atau definisi sehubungan dengan buah hati umur dini. Berikut ini akan kami sajikan sejumlah pengertian buah hati umur dini berdasarkan para spesialis dan karakteristiknya.


Pengertian buah hati umur dini yaitu buah hati yang berada pada bentang umur 0-6 tahun (Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003) dan sejumlah spesialis pengajaran buah hati memberikan batasan 0-8 tahun.

Kecil umur dini didefinisikan pula sebagai golongan buah hati yang berada dalam cara kerja pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus pantas dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur, 2005)


Pada masa hal yang demikian yakni masa emas (golden age), sebab buah hati mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup cepat dan tak tergantikan pada masa akan datang. Berdasarkan banyak penelitian bidang neurologi ditemukan bahwa 50% kecerdasan buah hati terwujud pada kurun waktu 4 tahun pertama. Sesudah umur 8 tahun, perkembangan otaknya menempuh 80% dan pada umur 18 tahun menempuh 100% (Suyanto, 2005).


Merujuk pada Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14, upaya pembinaan yang dimaksudkan bagi buah hati umur 0-6 tahun hal yang demikian dilaksanakan lewat Pengajaran Kecil Umur Dini (PAUD). Pengajaran buah hati umur dini bisa dijalankan lewat pengajaran formal, nonformal dan informal. Pengajaran buah hati umur dini jalanan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA) dan wujud lain yang sederajat.

Pengajaran buah hati umur dini jalanan nonformal berbentuk golongan bermain (KB), taman penitipan buah hati (TPA), walaupun PAUD pada jalanan pengajaran informal berbentuk pengajaran keluarga atau pengajaran yang diselenggarakan lingkungan seperti bina keluarga balita dan posyandu yang terintegrasi PAUD atau yang kita ketahui dengan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Temukan beragam kajian pustaka seputar PAUD dalam Figur PTK PAUD.

Berjenis-jenis pengajaran untuk buah hati umur dini jalanan non formal terbagi atas tiga golongan adalah golongan Taman Penitipan Kecil (TPA) umur 0-6 tahun); Klasifikasi Bermain (KB) umur 2-6 tahun; golongan SPS umur 0-6 tahun (Harun, 2009).

Dari uraian pengertian buah hati umur dini berdasarkan para spesialis di atas, bisa disimpulkan bahwa buah hati umur dini yaitu buah hati yang berada pada bentang umur 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang amat cepat, sehingga dibutuhkan rangsangan yang pas supaya bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Pemberian rangsangan hal yang demikian lewat lingkungan keluarga, PAUD jalanan non formal seperti daerah penitipan buah hati (TPA) atau golongan bermain (KB) dan PAUD jalanan formal seperti TK dan RA.

Karakteristik Kecil Umur Dini

Kartini Kartono dalam Saring Marsudi (2006: 6) mendiskripsikan karakteristik buah hati umur dini sebagai berikut :

1) Bersifat egoisantris naif

Kecil mengamati dunia luar dari pandangannya sendiri, pantas dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri, dikuasai oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit. Karenanya buah hati belum kapabel memahami arti sebetulnya dari suatu momen dan belum kapabel menempatkan diri ke dalam kehidupan orang lain.

2) Hubungan sosial yang primitif

Hubungan sosial yang primitif yakni imbas dari sifat egoisantris naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan buah hati yang belum bisa memisahkan antara dirinya dengan kondisi lingkungan sosialnya. Kecil pada masa ini cuma mempunyai atensi kepada benda-benda atau momen yang pantas dengan kekuatan fantasinya. Kecil mulai membangun dunianya dengan daya pikir dan kemauannya sendiri.

3) Kesatuan fisik dan rohani yang hampir tak terpisahkan

Kecil belum bisa membedakan antara dunia jasmani dan batiniah. Isi jasmani dan batiniah masih yakni kesatuan yang utuh. Penghayatan buah hati kepada sesuatu dikeluarkan atau diekspresikan secara bebas, spontan dan jujur bagus dalam mimik, tingkah laku ataupun pura-pura, buah hati mengekspresikannya secara terbuka sebab itu janganlah mengajarkan atau membiasakan buah hati untuk tak jujur.

4) Sikap hidup yang disiognomis

Kecil bersikap fisiognomis kepada dunianya, artinya secara segera buah hati memberikan atribut atau sifat jasmani atau sifat konkrit, kongkrit kepada apa yang dihayatinya. Situasi ini disebabkan sebab pemahaman buah hati kepada apa yang dihadapinya masih bersifat menyatu (mutlak) antara fisik dan rohani. Kecil belum bisa membedakan antara benda hidup dan benda mati. Seluruh sesuatu yang ada disekitarnya dianggap mempunyai jiwa yang yakni makhluk hidup yang mempunyai fisik dan rohani sekalian, seperti dirinya sendiri.

Pengertian buah hati umur dini berdasarkan para spesialis dan karakteristiknya. Memahami kedua aspek hal yang demikian akan mempermudah kita dalam mempertimbangkan figur atau taktik pelajaran pantas dengan tingkat umurnya.Baca juga model makalah pengajaran buah hati umur dini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar